"Don't worry if you can’t do great things.. just do small things in a great way"

Kepulauan Natuna Harusnya Milik Malaysia???

Kepulauan Natuna Harusnya Milik Malaysia

Just Sharing.. Tulisan Hazmi Srondol di http://m.kompasiana.com/
Coba perhatikan kabar dari salah satu media dari Malaysia, MSTAR pada bulan Desember 2013. Media ini memberitakan bahwa Pulau Natuna, pulau paling ujung utara Indonesia harusnya adalah milik mereka?!!!

Dasar pemikiran mereka adalah :
1. Secara geografis kepulauan Natuna terletak ditengah-tengah yang memisahkan Semenanjung Malaysia dan Sabah serta Serawak Malaysia
2. Bahasa masyarakat Natuna adalah bahasa melayu dialek Terengganu Malaysia
3. Natuna awalnya adalah dibawah pemerintahan Kerajaan Pattani dan Kerajaan Melayu Johor Malaysia pada tahun 1597
4. Perjanjian Inggris-Belanda pada tahun 1824 tidak menempatkan Kepulauan Natuna dibawah kekuasaan Inggris ataupun Belanda,namun dibawah kekuasaan Kerajaan melayu Johor, Malaysia yang sejatinya dibawah pengaruh Inggris
5. Kesultanan Johor merdeka dari Ingrris pada tahun 1957 dan bergabung menjadi wilayah persekutuan Malaysia (resume pak Mustafa Kamal)

Sebuah alasan yang mengada-ada, mengingat beberapa hal sbb:
1. Malaysia Barat dan Malaysia Timur dipisahkan oleh laut dan Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas. Kedua kepulauan ini secara administratif bernaung dalam Kabupaten Natuna.
2. Kepulauan yang dekat ke Trengganu adalah Kepulauan Anambas, bukan Natuna. Kepulauan Natuna berjarak lebih dekat ke Kalimantan Barat dibanding ke Semenanjung Malaka.
3. Malaysia baru eksis tahun 1963, sebelumnya Malaysia Barat adalah Persekutuan Tanah Melayu, sedangkan Malaysia Timur yang terdiri atas Serawak dan Sabah masih terpisah sebagai protektorat Inggris, juga Brunei. Dalam perkembangannya Serawak dan Sabah bergabung dengan Persekutuan Tanah Melayu menjadi Malaysia.
4. Kepualauan Anambas dan Kepulauan Natuna sebelumnya tidak dapat dikatakan berada di tengah-tengah Malaysia, karena Natuna dan Anambas telah menjadi wilayah Republik Indonesia sebelum negara Malaysia terbentuk.
5. Sebaiknya sebagai negara serumpun para warga negaranya tidak saling berwacana yang memprovokasi. Sabah dan Serawak sudah menjadi bagian Malaysia, padahal dulu kedua negara bagian Malaysia tersebut dan negara Brunei sekarang diklaim sebagai Kalimantan Utara, yang gerilyanya disokong oleh Indonesia pada zaman konfrontasi. Indonesia sejak Presiden Suharto berkuasa sudah mengakui keberadaan Malaysia, jadi tak pantas bila Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna diklaim sebagai bagian Malaysia juga.
6. Lebih tepat Malaysia mengklaim Singapura sebagai bagian dari Malaysia, toh dulu sama-sama dijajah British, disamping menurut sejarah Singapura juga bagian dari Kesultanan Johor. (komentar pak Hendi Setiawan)

Nah, terlepas dari debat tersebut diatas—ada kunci utama bahwa memang Natuna adalah milik Indonesia dan akan terus dijaga oleh warganya.

Hal ini bisa dilihat dari sisi warganya yang aktif berpolitik. Contohnya salah satu sahabat saya bernama Riky Rivovsky, salah satu caleg dari Partai Gerindra dapil Natuna dengan nama kaum facebook yang sangat Gerindra banget : Militansi Gerindranatuna

Dari sekian lama berinteraksi, saya tahu betul—warga Natuna lebih cinta NKRI. Walaupun terkadang membeli sebagian barang di Malaysia karena harganya lebih murah, mereka hanya berhubungan sebatas bisnis, bukan ideologis.

Sedangkan Indonesia, warga Natuna tahu--adalah bangsa yang jauuuh lebih besar atau lebih-lebih-lebih lainnya daripada Malaysia. Dari berpolitik juga mereka tahu konsep-konsep betapa besar kebocoran uang dan sumber daya alamnya. Lebih dari Rp. 1000 Trilyun per tahun. Hal yang jika mampu ditutup, bukan hanya hutang luar negeri lunas—namun Indonesia akan menjadi negara terkaya minimal nomer 6 di dunia.

Mereka juga tahu gambaran jelas visi dan misi pembangunan masa depan Indonesia. Mereka dari ujung utara ingin terlibat, ingin menjadi bagian pejuang kemerdekaan jilid kedua. Kemerdekaan ekonomi!

Ini berarti, kecintaan kepada NKRI adalah harga mati. Bersama Republik Indonesia ibarat sebuah ikatan pernikahan jangka panjang—hingga saat ujung nafas terakhir terhembus.

Mereka dengan sukarela mengibarkan panji-panji bendera Merah putih dan bendera Partai di pinggir batas pantai laut China Selatan. Sebuah bukti bela negara sejati. Hasil nyata dari pendidikan berpolitik!

Sebuah pesan yang jelas tentang penolakan hasrat kepemilikan Malaysia terhadap Natuna. Provokasi dan hasutan Malaysia hanya dianggap sebuah godaan tawaran cinta satu malam saja.

Jayalah Pulau Natuna!
Hiduplah Indonesia Raya!

MERDEKA



Sumber: http://m.kompasiana.com/post
               Hazmi Srondol

Baca Juga:

Admin : Ghani Hendrika ~ Natuna In My Soul

Ghani Hendrika Sobat sedang membaca artikel tentang Kepulauan Natuna Harusnya Milik Malaysia???. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan menyebar-luaskan artikel ini, Namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saya tunggu ucapan terimakasihnya di komentar :))
Title : Kepulauan Natuna Harusnya Milik Malaysia???
Description : Just Sharing.. Tulisan Hazmi Srondol di http://m.kompasiana.com/ Coba perhatikan kabar dari salah satu media dari Malaysia, MSTAR pada ...

0 Response to "Kepulauan Natuna Harusnya Milik Malaysia???"

Poskan Komentar