"Don't worry if you can’t do great things.. just do small things in a great way"

Comeback Hebat Leg Dua Liga Champions


Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola.
Di babak 16 besar Liga Champions musim ini, Barcelona dan Arsenaltengah dihadapkan pada misi teramat berat. Setelah kalah dengan agregat dua gol di leg pertama, mereka harus menang minimal tiga untuk lolos ke babak selanjutnya.

Situasi seperti ini bukanlah yang pertama kali dihadapi oleh sebuah tim dalam kompetisi elit UEFA sejak diterapkannya format anyar. Sejak 1992, tercatat setidaknya ada empat comeback hebat dalam faseknockout dua leg di kompetisi ini. Setelah kalah dengan margin dua gol atau lebih di leg pertama, tim-tim tersebut bangkit dan membalasnya di leg kedua.

Barcelona dan Arsenal bisa menjadikannya motivasi untuk keluar dari situasi sulit yang mereka hadapi saat ini. Khusus Blaugrana, salah satu aksi comeback dalam daftar yang kami rangkum dari uefa.com ini mereka sendirilah yang menciptakannya. 


1. Deportivo La Coruna

Perempat final 2003/04
Leg 1: AC Milan 4-1 Deportivo
Leg 2: Deportivo 4-0 AC Milan

Walter Pandiani membawa Depor memimpin atas Milan di San Siro, tapi itu seolah tak berarti setelah peluit panjang. Milan menang 4-1, dua gol di antaranya diciptakan oleh Kaka. 
Jelang leg kedua di Riazor, Javier Irureta, pelatih Deportivo waktu itu, mengungkapkan optimismenya. "Ini tentu saja sangat sulit, tapi keajaiban kadang terjadi di sepakbola," tutur Irureta.

Yang terjadi kemudian sungguh sebuah keajaiban seperti yang dia harapkan.
Hanya dalam satu babak, Deportivo sudah menyamakan agregat dan berada dalam posisi unggul berkat satu gol away dari Italia. Pandiani, Juan Carlos Valeron, dan Alberto Luque membawa Deportivo memimpin 3-0 sebelum jeda. Pemain pengganti Fran Gonzalez kemudian menambah sengsara sang raksasa Italia dengan mencetak gol keempat Super Depor di menit 76.


2. AS Monaco

Perempat Final 2003/04
Leg 1: Real Madrid 4-2 AS Monaco
Leg 2: AS Monaco 3-1 Real Madrid

Kiprah spektakuler Monaco hingga bisa sampai ke perempat final sepertinya bakal berakhir begitu peluit panjang berbunyi di Santiago Bernabeu pada 24 Maret 2004. 
Gelontoran empat gol Madrid setelah jeda langsung menempatkan Monaco di bibir jurang eliminasi, tapi gol Fernando Morientes pada menit 83 menjadi penjaga asa mereka.

Pelatih Didier Deschamps menolak menyerah lebih awal. Dia berkata: "Jika berpikir begitu, saya sebaiknya di rumah saja."

Kebobolan terlebih dahulu pada leg kedua, Monaco pun semakin kritis. Namun, Ludovic Giuly lalu menyamakan kedudukan. Morientes, yang dipinjam dari Madrid, menyundul masuk untuk membalikkan keadaan sebelum akhirnya Giuly menjadikannya 3-1. Raul Gonzalez nyaris saja mengubur Monaco hidup-hidup, tapi tembakannya pada menit-menit akhir masih melayang di atas mistar.

Monaco menyingkirkan Madrid dengan keunggulan gol awal. Sementara itu, Morientes bingung harus merayakannya atau tidak. "Saya tentu saja sangat bahagia dengan kemenangan Monaco, tapi saya punya banyak teman di Madrid yang saat ini pasti sedang berada dalam periode sulit," kata sang striker waktu itu.


3. Chelsea

Babak 16 besar 2011/12
Leg 1: Napoli 3-1 Chelsea
Leg 2: Chelsea 4-1 Napoli (extra time)

Pergantian manajer menjadi titik balik kebangkitan Chelsea. Laga Eropa terakhir Andre Villas-Boas bersama The Blues ditutup dengan kekalahan di Naples. 
Juan Mata sempat membawa Chelsea memimpin, tapi satu gol Edinson Cavani dan dua dari Ezequiel Lavezzi memaksa Chelsea pulang dengan kepala tertunduk.

Setelah itu, Roberto Di Matteo naik sebagai manajer interim dan memimpin Chelsea melakoni leg kedua di Stamford Bridge. 
Didier Drogba dan John Terry membawa Chelsea memimpin, tapi Gokhan Inler membalas satu. Penalti Frank Lampard pun memaksa digelarnyaextra timeComeback spektakuler Chelsea ditandai dengan gol Branislav Ivanovic di menit 105.

Musim itu, Di Matteo tak hanya meloloskan Chelsea ke perempat final, tapi dia juga sukses menghadirkan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah panjang mereka.


4. Barcelona

Perempat final 1999/00
Leg 1: Chelsea 3-1 Barcelona
Leg 2: Barcelona 5-1 Chelsea (extra time)

Sebelum diambil alih Roman Abramovich, Chelsea bukanlah raksasa Eropa seperti mereka sekarang. 
Kemenangan di leg pertama atas Barcelona besutan Louis van Gaal, yang didapat lewat Gianfranco Zola dan dua gol Tore Andre Flo dalam kurun waktu empat menit, hanya salah satu aksi brilian pasukan Gianluca Vialii.

Tujuh menit leg kedua di Camp Nou tersisa, setelah Flo mencetak gol lagi untuk skor 1-2, Chelsea sepertinya bakal lolos ke putaran berikutnya. Namun, Dani Garcia menjadikannya 3-1 dan membawa laga ke babak ekstra. Penalti Rivaldo dan tembakan Patrick Kluivert lalu memaksa The Blues angkat koper dari kejuaraan.

"Kami bermain dengan sempurna malam itu," kata Luis Figo menyimpulkan.
Menyimak perkataan Figo, sepertinya Barcelona dan Arsenal tak hanya butuh bermain bagus di leg kedua nanti untuk melewati AC Milan serta Bayern Munich, tapi mereka juga harus bermain sempurna.

Baca Juga:

Admin : Ghani Hendrika ~ Natuna In My Soul

Ghani Hendrika Sobat sedang membaca artikel tentang Comeback Hebat Leg Dua Liga Champions. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan menyebar-luaskan artikel ini, Namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saya tunggu ucapan terimakasihnya di komentar :))
Title : Comeback Hebat Leg Dua Liga Champions
Description : Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Di babak 16 besar Liga Champions musim ini,  Barcelona  dan  A...

1 Response to "Comeback Hebat Leg Dua Liga Champions"

  1. selamat malam gan
    udah lama nih ane ga berkunjung ini blog
    maaf ya gan
    ane cman blog walking mempererat silahturahmi blogger
    terima kasih ^_^

    BalasHapus