"Don't worry if you can’t do great things.. just do small things in a great way"

Batu Sindu



Batu sindu ini mempunyai sebuah gua yang letaknya berada di Bukit Senubing tidak jauh dari kota Ranai-Natuna. Sesuai namanya lokasi yang indah ini di penuhi bebatuan yang besar di bibir bukit yang dibatasi dengan laut. Di depan batu Sindu ini kita bisa memandang Pulau Senoa dengan jelas dimana pulau tersebut memiliki cerita yang di kenal oleh masyarakat Natuna karena bentuknya mirip seperti seorang perempuan yang sedang hamil dalam keadaan berbaring. Sedangkan tidak jauh dari Batu Sindu kita juga bisa langsung melihat Batu Rusia yang terkenal dengan cerita sejarahnya karena di mana terjadi sebuah peristiwa pecah dan terdamparnya kapal orang Rusia.
Batu Sindu terkenal ceritanya dimana bermula dari sepasang kekasih yang bermadu kasih, yang mana sang pemudi berasal dari sebuah dusun di daerah Tanjung Datuk, sedangkan pemudanya jauh berada diBukit Senubing.
Pada mulanya hubungan kasih antara keduanya begitu erat dengan ikatan janji sehidup semati sampai di jenjang pernikahan. Dalam waktu yang tidak begitu lama, keluarga kecil dari kedua belah pihak telah pula mendapatkan kata sepakat untuk memilih waktu yang tepat untuk melangsungkan peminangan dan hantaran dari pihak laki-laki yang ada di bukit Senibung (Batu Sindu) untuk berangkat ke Tanjung Datuk dimana pihak perempuan berada. Setibanya di Tanjung Datuk merekapun di sambut dengan tangan terbuka serta dengan jamuan yang memang diperuntukkan buat rombongan tersebut setelah menempuh perjalanan yang yang begitu melelahkan.
Di sinilah rencana bermula, ketika jamuan telah dicicipi bersama-sama tanpa sadar ataupun sengaja mencela, salah seorang keluarga dari pihak laki-laki terucap kata-kata yang mengatakan bahwa jamuan yang disajikan kurang sedap untuk dinikmati. Secara tak sengaja pula salah seorang dari pihak perempuan yang mendengarkan ucapan tersebut, sehingga celaan ini menyebar keseluruh keluarga dan kaum kerabat pihak perempuan. Tentu saja hal ini membuat segenap keluarga dari pihak perempuan merasa tersinggung dan seketika itu pula suasana yang seharusnya gembira berubah menjadi panas. Dengan hati yang panas pula, pihak perempuanpun membalas celaan itu dengan ucapan yang mencela pula. Keadaan sudah tidak bisa dibendung lagi, suasana sudah semakin panas dengan sumpah serapah tujuh turunan yang mana jangan sekali-kali orang yang berada di Senubing menyebut-nyebut Tanjung Datuk begitu juga sebaliknya.
Akhirnya segenap rombongan dari pihak laki-laki di usir pulang dari Tanjung Datuk. Tak hanya itu pula mereka masih di sumpah dengan sumpah serapah mendapatkan bencana dalam perjalanan pulang. Dalam kesendirian sang pemuda masih terus merindukan sang putri, demikian pula sebaliknya. Mereka berharap suatu masa kasih mereka akan dipertemukan. Namun dari waktu ke waktu harapan itu tak kunjung tiba, yang tersisa hanya legenda serta bencana yang masih di yakini masyarakat apabila kutukan itu dilanggar terlebih bila berada di laut antara Batu Sindu dan Tanjung Datuk.
Demikianlah legenda Batu Sindu, sampai saat ini masih tertanam di hati masyarakat dan masih percaya dengan kutukan tersebut, jika kita berada di Batu Sindu pantang (tabu) menyebut nama Tanjung Datuk begitu pula sebaliknya jika berada di Tanjung Datuk pantang menyebut Batu Sindu. Jika di langgar maka akan terkena suatu masalah, termasuk bagi pasangan yang sedang berpacaran di daerah tersebut apabila melanggar akan terkena masalah terhadap hubungannya atau putus.

Baca Juga:

Admin : Ghani Hendrika ~ Natuna In My Soul

Ghani Hendrika Sobat sedang membaca artikel tentang Batu Sindu. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan menyebar-luaskan artikel ini, Namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saya tunggu ucapan terimakasihnya di komentar :))
Title : Batu Sindu
Description : Batu sindu ini mempunyai sebuah gua yang letaknya berada di Bukit Senubing tidak jauh dari kota Ranai-Natuna. Sesuai namanya lokasi ya...

0 Response to "Batu Sindu"

Posting Komentar