"Don't worry if you can’t do great things.. just do small things in a great way"

Bundesliga Bisa Jadi Liga Terbaik Eropa???

Ada banyak kriteria untuk menilai kualitas sebuah kompetisi domestik. Selama ini publik dunia menganggap Premier League, La Liga atau Serie A sebagai kompetisi terbaik Eropa dan dunia. Namun banyak mata mulai melirik ke Jerman. Bundesliga setapak demi setapak melangkah menjadi kompetisi terbaik. Bagi para pesimis, keberhasilan Bundesliga merangsek dominasi liga-liga besar lainnya hanyalah disebabkan oleh faktor keberuntungan saja. Tak banyak yang tahu bahwa kesuksesan Bundesliga merupakan buah dari persiapan dan perencanaan otoritas sepakbola Jerman. Deutscher Fussball-Bund alias Asosiasi Sepakbola Jerman meletakkan dasar yang benar terhadap pengaturan kompetisi mereka dan hasilnya terlihat jelas saat ini. Bundesliga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan kompetisi Eropa lainnya. Seperti motto Bayern Munich: Mia san mia yang berarti kami adalah kami. Bundesliga saat ini sudah bisa disejajarkan dengan liga-liga domestik top lainnya. Berikut alasannya.

Penuh Bintang

Jika para bintang di liga lain terkumpul di beberapa klub top saja, tidak demikian halnya dengan Bundesliga. Tim-tim Jerman tidak punya tradisi membeli bintang dari liga lain, mereka mencetak bintang mereka sendiri. Bundesliga dikenal sebagai salah satu eksportir bintang-bintang sepakbola, namun predikat itu mulai berubah. Kini bukan hanya Bayern Munich atau Borussia Dortmund saja yang bisa mempertahankan pemain terbaik mereka dari godan tim-tim besar Eropa. Hiroshi Kiyotake, Robert Lewandowski, Andre Schurrle, Mario Gotze, Marco Reus dan Thomas Muller adalah beberapa contoh kesuksesan Bundesliga dalam menempa pemain muda menjadi bintang. jangan heran jika kemudian Der Panzer bisa tampil konsisten dalam kompetisi-kompetisi besar.

Faktor Kepemilikan Klub

Bundesliga mewajibkan semua klub di bawahnya untuk mempertahankan kepemilikan klub. Ada aturan 50+1 yang secara khusus menerangkan bahwa setiap klub harus tetap menguasai 50 persen plus satu saham mereka. Imbasnya, tak akan ada Sheikh atau konglomerat yang yang bisa menguasai klub di Jerman. Tak ada belanja gila-gilaan penuh sensasi atau klub yang mencari kesuksesan instan dengan membeli pemain-pemain mahal.Fans Bundesliga akan bangga karena klub kebanggaan mereka milik klub sendiri, bukan perseorangan. Mereka punya suara lebih kuat dibandingkan dengan fans klub yang dikendalikan orang-orang kaya. Selain itu, Bundesliga juga menerapkan aturan finansial yang ketat. Keberhasilan aturan inilah yang disebut sebagai dasar kesuksesan. Saat UEFA menerapkan aturan Financial Fair Play nanti, klub-klub Bundesliga adalah yang paling siap. Dalam 20 besar daftar klub paling berharga Forbes, Bundesliga mengirim enam perwakilannya, terbanyak bersama Premier League. Bandingkan dengan La Liga yang cuma punya tiga perwakilan.

Kompetitif

Saat berbicara mengenai Bundesliga, tak pernah ada istilah Big Four atauTop Two. Tak ada fans Jerman yang pernah membuat klasifikasi semacam itu. kebanyakan penggemar sepakbola mungkin menganggap Bundesliga selalu dikuasai Bayern Munich. Namun dalam sembilan edisi terakhir, Bundesliga sudah menghasilkan lima tim yang berbeda sebagai juara. Bayern memang masih memegang rekor sebagai peraih gelar terbanyak, namun tim-tim seperti Werder Bremen, VfB Stuttgart, VfL Wolfsburg dan tentu saja Borussia Dortmund bisa menggeser dominasi FC Hollywood. Meski kompetitif, klub-klub Bundesliga mengenal istilah Freundschaft yang berarti persahabatan. Mereka memang bersaing ketat, namun tak segan mengulurkan bantuan kepada klub lain yang membutuhkan. Bayern pernah memberikan pinjaman kepada Dortmund yang sempat mengalami kesulitan keuangan. Pinjaman itu tanpa bunga dan bisa dikembalikan sewaktu-waktu dengan diangsur.

Stadion dan Pelayanan

Jerman memilki stadion-stadion terbaik jika dibandingkan dengan liga-liga Eropa lainnya. Mereka kini sejajar dengan Premier League dalam hal kemewahan dan kapasitas stadion. Separuh kontestan Bundesliga memiliki stadion yang berkapasitas lebih dari 50 ribu penonton. Pelayanan yang diberikan juga sangat memuaskan, kembali setara dengan Premier League. Namun yang menjadi keunggulan Jerman adalah harga tiket yang mereka tawarkan. Jika fans Inggris mulai kesal dengan harga tiket yang semakin meroket. Dengan layanan yang sama, harga tiket rata-rata di Bundesliga adalah 1- hingga 12 euro, jauh di bawah Arsenal yang mencapai 72 euro. Tak heran jika kemudian stadion-stadion Jerman selalu penuh.Stehlplatze alias tribun di Signal Iduna Park milik Dortmund selalu menjadi tembok kuning yang dibentuk oleh 26 ribu suporter dari sekitar 80 ribu penoton yang menyesaki stadion besar itu.

Atmosfer Pertandingan

Dengan stadion yang selalu penuh, atmosfer yang tercipta semakin menyenangkan. Pertandingan Bundesliga kini telah menjadi tontonan bagi semua; pria, wanita, dan anak-anak. Ketika pihak penyelenggara berencana mengurangi jumlah tiket demi keamanan, fans melakukan protes besar. Suporter melakukan protes diam dengan cara tidak membuat suara sama selai selama 12 menit 12 detik. Hal itu adalah simbol tanggal 12 Desember lalu saat klub harus melakukan voting. Fans kemudian 'meledak' dan menggetarkan stadion dengan suara mereka. Membuat pemandangan menakjubkan dengan lambaian syal dan bendera mereka Secara keseluruhan, rata-rata penonton yang menyaksikan adalah 45 ribu penonton per pertandingan, nomor satu di Eropa.

Baca Juga:

Admin : Ghani Hendrika ~ Natuna In My Soul

Ghani Hendrika Sobat sedang membaca artikel tentang Bundesliga Bisa Jadi Liga Terbaik Eropa???. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan menyebar-luaskan artikel ini, Namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saya tunggu ucapan terimakasihnya di komentar :))
Title : Bundesliga Bisa Jadi Liga Terbaik Eropa???
Description : Ada banyak kriteria untuk menilai kualitas sebuah kompetisi domestik. Selama ini publik dunia menganggap Premier League, La Liga atau Ser...

1 Response to "Bundesliga Bisa Jadi Liga Terbaik Eropa???"

  1. wuih bisa jadi tu ...
    tp bagi ane ttap LA LIGA nomer 1 ...
    hehehe...

    mampir :)

    BalasHapus